POKER PELANGI - AGEN POKER, DEWA POKER, JUDI POKER, POKER ONLINE
Saturday, January 4, 2025
4 Posisi Dasar di Sepak Bola, Mana Favoritmu?
Setiap posisi kini mengalami pengembangan di era modern
POKER PELANGI Bicara sepak bola, selalu berkaitan dengan posisi dan tugas dari masing-masing pemain di lapangan. Mereka selalu memiliki peran yang krusial dalam setiap laga.
Semua pemain di berbagai posisi harus tahu tugas dan fungsinya masing-masing, makanya jika ada satu yang tak berfungsi, arah permainan bisa berubah. Ada empat posisi dasar dalam sepak bola. Sisanya adalah pengembangan.
1. Kiper
Kiper merupakan tembok terakhir dalam pertahanan di sepak bola. Mereka punya peran buat melindungi gawangnya.
Makanya, seorang kiper harus memiliki respons, kecekatan, kecermatan, dan kelenturan saat menjaga gawangnya.
Dalam era sepak bola modern, peran kiper makin berkembang. Sweeper-keeper menjadi salah satu peran kiper yang berkembang di era sepak bola modern. Manuel Neuer, Alisson Becker, Ederson Moraes, hingga Rene Higuita merupakan kiper yang fasih dalam peran ini.
Kemudian, ada goalscorer keeper, yang ahli dalam mencetak gol. Rogerio Ceni, kiper legendaris Brasil, jadi salah satu yang sering melakukannya lewat sepakan bebas.
2. Bek
Secara umum, bek dibagi dua, tengah dan sayap. Bek tengah biasanya jadi palang pintu pelapis dari kiper. Mereka umumnya memiliki tubuh menjulang dan paling berotot ketimbang bek sayap.
Sebab, bek tengah harus siap dalam urusan duel-duel fisik dan udara. Bek tengah juga harus cermat dalam membaca arah permainan dan bola. Mereka punya tugas memutus rantai serangan lawan.
Lalu, bek sayap juga punya kewajiban dalam urusan membantu serangan. Biasanya winger di depan akan dibantu mereka. Mereka kerap melakukan overlap dan sering memberikan umpan kunci yang bisa menentukan hasil pertandingan. Bek sayap menjadi salah satu posisi yang paling sulit buat dipelajari. Sebab, selain harus bagus dalam bertahan, mereka juga wajib memiliki kecepatan, kelincahan, kontrol bola prima, dan kemampuan umpan yang mumpuni.
Di posisi bek, ada sejumlah pengembangan peran. Ada stopper, libero atau bisa disebut pula sweeper, full-back, hingga wing-back. Keempatnya punya peran yang berbeda.
3. Gelandang
Pemain Chelsea N'Golo Kante (kiri) berebut bola dengan pemain Real Madrid Toni Kroos pada pertandingan babak Semifinal Leg ke-2 Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Rabu (5/5/2021) waktu setempat. Chelsea melaju ke final Liga Champions usai menang 2–0 atau unggul 3–1 secara agregat atas Real Madrid. ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville
Gelandang jadi posisi yang paling banyak variasinya. Sebab, mereka punya peran yang berbeda dan berkembang dengan gaya masing-masing.
Di Italia, kita mengenal trequartista, regista, mezzalla, hingga fantasista. Atau, kita sering dengar peran gelandang box-to-box serta playmaker. Semua merupakan pengembangan dari strategi dan kemampuan para pemain itu. Sebenarnya, masih banyak lagi pengembangan dari posisi ini.
Contoh pemain yang bertugas sebagai playmaker adalah Andres Iniesta, David Beckham, Mesut Oezil, Paul Pogba, Hakan Calhanoglu, Angel Di Maria, hingga Jack Grealish.
Lalu, pemain yang kerap mengemban tugas sebagai gelandang box-to-box contohnya N'Golo Kante. Jorginho menjadi pemain yang fasih dengan posisi regista, alias deep-lying playmaker.
Posisi winger atau sayap juga masuk sebagai gelandang. Meski, sayap bisa juga berperan sebagai penyerang jika masuk dalam pola tiga striker.
4. Striker
Striker menjadi posisi yang paling diminati. Sebab, mereka memiliki peluang mencetak gol paling besar karena tugas dasarnya memang itu.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sayap bisa jadi striker jika menggunakan skema tiga pemain depan. Tapi, biasanya tugas penyerang sayap akan berkutat pada memecah konsentrasi bek lawan dari sisi lapangan.
Mereka juga hanya diminta buat memberikan umpan. Lalu, tugas mencetak gol paling utama diberikan kepada striker tengah.
Sama dengan posisi lainnya, di era sepak bola modern, striker mengalami perkembangan peran. Tak cuma striker murni atau sayap, tapi ada juga istilah false 9 yang sering didengar belakangan ini.
False 9 sebenarnya bukan striker murni. Umumnya, dia adalah playmaker atau trequartista yang punya insting gol tinggi. Atau, mereka bisa menjadi pemantul bola.
Tren false 9 mulai ramai dipakai ketika Pep Guardiola menangani Barcelona. Selama menangani Barcelona, Guardiola memang sering memakai pemain seperti Lionel Messi yang sebenarnya bukan striker murni.
Messi belakangan menjelma jadi striker tengah yang ganas, seiring makin seringnya dimainkan di tengah, ketimbang sisi sayap. Kemudian, Guardiola juga sering menggunakan Cesc Fabregas sebagai false 9 ketika membela Barcelona.
Mario Goetze juga contoh pemain yang sering jadi false 9. Dia mampu menjawab tantangan sebagai false 9 saat mengantarkan Jerman juara Piala Dunia 2014.
Thursday, January 2, 2025
Liverpool Harus Was-Was, PSG Serius Mau Bajak Mohamed Salah
PSG tawarkan gaji ke Mohamed Salah sebesar Rp10 M per pekan
POKER PELANGI PSG tawarkan gaji Rp10 M per pekan kepada Mohamed Salah.
Kontrak Salah di Liverpool akan segera kedaluwarsa tanpa tanda-tanda perpanjangan.
PSG siap memberikan gaji besar untuk pemain bebas transfer tersebut, membuatnya berpeluang memilih kontrak yang lebih besar.
Liverpool mulai was-was bakal kehilangan Mohamed Salah. Di tengah masa depannya yang belum jelas di Anfield, pemain asal Mesir itu kini jadi incaran utama Paris Saint-Germain (PSG).
Kontrak Salah di Liverpool bakal segera kedaluwarsa. Walau kerja samanya bakal berakhir pada akhir musim ini, belum ada tanda-tanda klub dan sang pemain menyepakati kontrak anyar.
1. PSG siap tawarkan Salah dengan gaji Rp10 miliar per pekan
Dilansir Mirror, PSG dilaporkan jadi klub yang sangat serius mendatangkan Salah. Menilik statusnya yang bebas transfer, Les Parisien bahkan berani menawarkan gaji besar untuk pemain berpaspor Mesir tersebut.
PSG disebut siap memberikan gaji 500 ribu poundsterling atau setara Rp10 miliar setiap pekan kepada Salah, dengan durasi kontrak tiga tahun.
2. Gaji Mohamed Salah masih kalah dibandingkan tawaran PSG
Salah sebetulnya mendapatkan gaji yang cukup fantastis di Liverpool. Dia mendapatkan bayaran 350 ribu pounds atau setara Rp7 miliar.
Manajemen The Reds sendiri konon diam-diam sudah bergerak untuk memperpanjang kontrak Salah. Mereka menyodorkan proposal kontrak kerja sama selama dua tahun dengan gaji gaji 400 ribu pounds atau setara Rp8,1 miliar.
Tawaran tersebut masih berada di bawah proposal PSG. Hal itu membuat Salah berpeluang memilih kontrak yang lebih besar.
3. Punya peran vital di skuad Liverpool
Salah sendiri masih memiliki peran vital dalam permainan Liverpool. Terbukti, pemain berusia 32 tahun itu sudah berkontribusi dalam 37 gol The Reds dalam 26 laga di semua ajang, dengan rincian menyumbang 20 gol dan 17 assist.
Pelatih Liverpool, Arne Slot pun mengakui jika Mohamed Salah punya peran penting di skuadnya.
"Sulit bagi saya untuk memprediksi masa depan dalam jangka panjang, satu-satunya hal yang dapat saya harapkan atau prediksi adalah Mohamed Salah berada dalam kondisi yang sangat bagus," kata Arne Slot dikutip laman resmi klub.
3 Kunjungan Serie A Terakhir Napoli ke Markas Fiorentina
Napoli kerap kesulitan
POKER PELANGI Napoli berada di peringkat kedua dengan 41 poin, memiliki kesempatan mengkudeta Atalanta sebagai pemuncak klasemen Serie A.
Napoli kerap kesulitan ketika bermain di kandang Fiorentina, hanya mampu menang sekali dalam beberapa kunjungan terakhir.
Pada pertemuan sebelumnya, Napoli berhasil meraih kemenangan 2–1 dan dua hasil imbang tanpa gol melawan Fiorentina.
Duel menarik bakal menjadi suguhan pada pekan ke-19 Serie A Italia 2024/2025. Napoli akan berkunjung ke markas Fiorentina di Stadio Artemi Franchi, Minggu (5/1/2025) pukul 00.00 WIB. Pertemuan ini berpotensi menghadirkan pertarungan yang sengit dan intens.
Napoli saat ini berada di peringkat kedua dengan 41 poin. Jumlah poin tersebut sama dengan yang dikumpulkan Atalanta sebagai pemuncak klasemen. Tim besutan Antonio Conte mempunyai kesempatan mengkudeta Atalanta yang pekan ini tidak bertanding karena tengah berlaga di Supercoppa Italiana. Kemenangan bakal membuat Napoli memuncaki klasemen Serie A.
Namun, Napoli kerap kesulitan ketika bermain di kandang Fiorentina. Dalam beberapa kunjungan terakhir, Napoli sulit mengalahkan Fiorentina. Jelang bentrokan kedua tim, begini tiga laga tandang terakhir Napoli ke markas Fiorentina di Serie A.
1. Napoli mengalahkan pertarungan sengit Fiorentina pada 2021/2022
Napoli berkunjung ke markas Fiorentina pada pekan ketujuh Serie A 2021/2022. Pertemuan pada awal musim ini terbilang jomplang. Napoli tengah konsisten dengan tak terkalahkan. Namun, Fiorentina mampu memberi kesulitan. Napoli bersusah payah meraih kemenangan 2–1.
Permainan kedua tim berjalan ketat pada awal pertandingan. Fiorentina berhasil membuka skor terlebih dahulu. Gol Lucas Martinez Quarta menit 28 membawa tim tuan rumah memimpin. Namun, keunggulan Fiorentina ini tidak bertahan lama. Berselang 10 menit, Napoli menyamakan skor via gol Hirving Lozano. Skor imbang 1–1 menutup babak pertama.
Selepas turun minum, kedua tim bermain ketat. Namun, Napoli mampu mengejutkan tim tuan rumah setelah mencetak gol untuk berbalik unggul. Gol Amir Rrahmani membawa Napoli unggul atas Fiorentina. Setelah tertinggal, Fiorentina mencoba melancarkan serangan. Namun, Napoli bermain solid sehingga skor 2–1 tidak berubah hingga akhir pertandingan.
2. Pada 2022/2023, Fiorentina dan Napoli bermain imbang tanpa gol
Fiorentina menerima kunjungan Napoli pada pekan ketiga Serie A 2022/2023. Pada pertemuan kali ini, kedua tim bermain alot meski laga diwarnai dengan jual beli serangan. Fiorentina dan Napoli harus puas dengan satu poin usai hasil imbang tanpa gol.
Secara statistik, kedua tim cukup berimbang. Fiorentina sebagai tuan rumah mampu menciptakan 10 peluang dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara, Napoli berhasil membuat 13 peluang, tetapi hanya 2 yang tepat sasaran. Tumpulnya lini serang dan solidnya pertahanan masing-masing tim membuat laga ini berakhir tanpa pemenang.
3. Fiorentina dan Napoli kembali berbagi satu poin usai imbang 2–2 pada 2023/2024
Napoli berkunjung ke markas FIorentina pada musim baru Serie A 2023/2024. Pada laga ini, Napoli berstatus sebagai juara bertahan. Namun, hal tersebut tak membuat Fiorentina gentar. Laga sengit dengan saling berbalas gol membuat pertarungan ini berakhir 2–2.
Pada awal babak pertama, Napoli langsung menggebrak. Gol dari Amir Rrahmani menit 8 mampu mengejutkan Fiorentina. Ketertinggalan ini membuat Fiorentina bermain lebih menekan. Jelang turun minum, Fiorentina berbalik unggul hanya dalam waktu 2 menit. Gol cepat dari Cristiano Biraghi dan M'Bala Zola menutup babak pertama dengan keunggulan 2–1 Fiorentina.
Selepas jeda babak, Napoli mencoba menekan pertahanan Fiorentina. Gempuran tersebut mampu berbuah gol menit 57. Khivcha Kvaratskhelia berhasil membawa Napoli menyamakan skor menjadi 2–2. Hasil imbang ini membuat laga berlangsung makin ketat. Namun, tidak ada lagi gol yang tercipta hingga akhir laga sehingga kedua tim harus puas berbagai satu poin.
Berdasarkan beberapa riwayat pertemuan di atas, Napoli hanya bisa menang sekali dalam kunjungannya ke markas Fiorentina. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi skuad asuhan Antonio Conte untuk bisa meraih kemenangan. Tambahan tiga poin akan membuat Napoli bisa kembali menduduki puncak klasemen Serie A 2024/2025. Mampukah Napoli meraih kemenangan?
Wednesday, January 1, 2025
4 Pemain yang Berpeluang Gabung Juventus pada Musim Dingin 2025
Semuanya masih berusia muda
POKER PELANGI Setelah berganti juru taktik dari Massimiliano Allegri kepada Thiago Motta, Juventus terlihat belum menemukan performa terbaiknya pada 2024/2025. Hingga pekan ke-18, tim asal Turin tersebut lebih sering mendapat hasil imbang sehingga harus puas menduduki peringkat keenam di Serie A Italia. Meski begitu, La Vecchia Signora berhasil melaju ke perempat final Coppa Italia dan menjaga asa masuk babak playoff dengan menempati posisi ke-14 di Liga Champions Eropa.
Memperoleh hasil kurang optimal, Juventus lantas dikabarkan melakukan pembenahan pada musim dingin 2025 mendatang. Ini membuat beberapa nama masuk radar transfer La Vecchia Signora. Lantas, siapa saja pemain yang berpeluang gabung dengan tim asal Turin tersebut? Berikut daftar dan ulasannya!
1. Joshua Zirkzee berpotensi memperkaya pilihan ujung tombak Juventus
Joshua Zirkzee adalah penyerang tengah yang didatangkan Manchester United dari Bologna pada musim panas 2024. Tak berjalan lancar, talenta berkebangsaan Belanda ini lebih sering memulai laga dari bangku cadangan. Dirinya harus bergantian dengan Rasmus Hojlud dalam mengisi peran ujung tombak utama. Selain itu, dia juga menjadi sasaran kritik lantaran performa angin-anginan bersama The Red Devils. Hingga pekan ke-19 pada 2024/2025, Zirkzee sudah mencetak 4 gol dan 2 assist dari 27 pertandingan di semua laga.
Juventus dikabarkan siap menampung Joshua Zirkzee pada musim dingin 2025. Selain tidak asing dengan atmosfer sepak bola Italia, penyerang yang kini berusia 23 tahun ini tentu mengenal gaya kepelatihan Thiago Motta karena sebelumnya pernah sama-sama membela Bologna. Kehadirannya berpotensi memperkaya pilihan, terutama di posisi ujung tombak La Vecchia Signora.
2. Giacomo Raspadori kabarnya sudah menjadi target Juventus sejak musim panas 2024
Giacomo Raspadori terlihat kesulitan mendapat kesempatan reguler bersama Napoli 2024/2025. Pemain kelahiran Bentivoglio ini kalah bersaing dengan penggawa lini depan lain sehingga memperoleh menit bermain yang minim. Hingga pekan ke-18, penyerang bayangan ini baru diturunkan dalam 12 laga dengan mencetak 1 gol dan 1 assist di semua ajang. Sejauh ini, Raspadori telah mencatatkan total kontribusi sebanyak 92 kali dengan mengemas 13 gol dan 9 assist untuk Il Partenopei.
Minim kesempatan bersama Napoli, Juventus kabarnya siap memanfaatkan keadaan untuk memboyong Giacomo Raspadori pada musim dingin 2025. Pesepak bola yang kini berusia 24 tahun tersebut telah menjadi incaran Laa Vecchia Signora sejak Juni 2024. Kehadirannya berpotensi memperdalam kekuatan karena sanggup menempati berbagai peran di lini depan sesuai kebutuhan tim.
3. Antonio Silva berpeluang menjadi figur penting karena minimnya persaingan di posisi bek tengah
Berbeda dari sebelumnya yang sering masuk daftar starter, Antonio Silva terlihat kesulitan mendapat kesempatan reguler bersama Benfica 2024/2025. Hal tersebut memengaruhi kontribusi dan menit bermain yang diterima. Pemain yang kini berusia 21 tahun ini tidak bisa menggeser duet Niclas Otamendi dan Tomas Araujo di posisi bek tengah. Hingga pekan ke-16, dirinya baru diberikan kesempatan dalam 13 laga dengan mencetak 1 gol dan 1 assist di semua ajang. Sementara ini, Silva membuat total penampilan sebanyak 107 kali dengan mengemas 8 gol dan 1 assist untuk As Aguias.
Selain membenahi lini depan, Juventus kabarnya juga fokus memperdalam kekuatan jantung pertahanan. Antonio Silva kemudian santer dikaitkan masuk radar transfer La Vecchia Signora pada musim dingin 2025. Pemain muda kelahiran Viseu ini berpeluang menjadi figur penting lantaran minimnya persaingan di posisi bek tengah tim Turin tersebut.
4. Ronald Araujo kabarnya masuk radar transfer beberapa tim, termasuk Juventus
Ronald Araujo belum menunjukkan kontribusi bersama Barcelona 2024/2025. Hal tersebut terjadi lantaran ia sempat absen lama karena berkutat dengan cedera hamstring. Selepas pulih, pesepak bola berkebangsaan Uruguay ini belum bisa menggantikan duet Pau Cubarsi dan Inigo Martinez dalam menjalankan tugas sebagai bek tengah Blaugrana. Sejauh ini, Araujo sendiri telah membuat total penampilan sebanyak 150 kali dengan menciptakan 8 gol dan 5 assist di semua kompetisi.
Meski telah lama absen, Ronald Araujo kabarnya masih sanggup memikat perhatian beberapa tim dan salah satunya adalah Juventus pada musim dingin 2025. Selain itu, bek tengah yang kini berusia 25 tahun ini kontraknya juga akan berakhir bersama Blaugrana pada 2026 Situasi tersebut berusaha dimanfaatkan oleh La Vecchia Signora untuk memboyongnya agar bisa meningkatkan daya saing dan kualitas lini pertahanan.
Keempat pemain di atas berpeluang gabung Juventus pada musim dingin 2025. Lini depan dan pertahanan nampaknya menjadi fokus perombakan agar tetap tampil kompetitif di semua ajang. Menurutmu, siapakah yang nantinya benar-benar didaratkan ke Allianz Stadium?
Kisah Sedih Evan Dimas yang Kontraknya Diputus Persik Kediri, Mantan Kapten Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong!
Ramdani Bur, Okezone · Kamis 02 Januari 2025 05:56 WIB
https: img.okezone.com content 2025 01 02 49 3100627 kisah-sedih-evan-dimas-yang-kontraknya-diputus-persik-kediri-mantan-kapten-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-v9xMpFd48m.jpg
Evan Dimas resmi dilepas Persik Kediri. (Foto: Laman resmi Persik Kediri)
Share on FacebookShare on TwitterwhatsappShare on mailcopy link
0
TOTAL SHARE
A A A
KISAH sedih Evan Dimas yang kontraknya diputus Persik Kediri akan diulas Okezone. Manajemen skuad Macan Putih -julukan Persik Kediri- mengumumkan mengakhiri kerjasama dengan Evan Dimas yang berlangsung mulai 1 Juli 2024.
"Manajemen dan pemain bersepakat untuk mengakhiri kerjasama. Kami mengucapkan terima kasih dan mendoakan yang terbaik untuk karier Evan Dimas ke depannya," kata pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide, Okezone mengutip dari laman resmi Persik Kediri, Selasa (2/1/2025).
Evan Dimas dilepas Persik Kediri. (Foto: X/@persikfckediri)
Evan Dimas dilepas Persik Kediri. (Foto: X/@persikfckediri)
1. Cuma Sekali Main di Persik Kediri
Semenjak didatangkan dari Arema FC, Evan Dimas kesulitan mendapatkan menit tampil di Persik Kediri. Terbukti dari 17 laga yang dimainkan Persik Kediri di Liga 1 2024-2025, Evan Dimas hanya bermain satu kali.
Ia bermain satu kali saat Persik Kediri kalah 0-1 dari PSBS Biak di pekan ketujuh Liga 1 2024-2025. Dalam laga tersebut, Evan Dimas bermain 22 menit.
Setelah laga tersebut, pemain yang membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013 ini lebih banyak duduk di bangku cadangan. Ironisnya dalam enam laga terkini yang dijalani Persik Kediri di Liga 1 2024-2025, Evan Dimas gagal masuk daftar susunan pemain.
BACA JUGA:
3 Pemain Timnas Indonesia yang Masuk Daftar Perpindahan Kewarganegaraan Terbaik di 2024, Nomor 1 Mees Hilgers!
Kondisi ini kontras dengan awal-awal karier Evan Dimas sebagai pesepakbola profesional pada 2014. Ia sempat menjadi jenderal lapangan tengah klub-klub top seperti Bhayangkara FC, Selangor FC, Persija Jakarta, hingga Arema FC.
Bahkan bersama The Guardian -julukan Bhayangkara FC-, Evan Dimas memenangkan trofi Liga 1 2017! Tak hanya di level klub, Evan Dimas juga menjadi pemain andalan Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur.
2. Kapten Timnas Indonesia di Berbagai Level
Evan Dimas, kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. (Foto: PSSI)
Evan Dimas, kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. (Foto: PSSI)
Evan Dimas merupakan kapten Timnas Indonesia U-19 saat juara Piala AFF U-19 2013. Evan Dimas juga menjabat posisi kapten saat Timnas Indonesia U-19 menang 3-2 atas Korea Selatan U-19 yang diperkuat Hwang Hee Chan di Kualifikasi Piala Asia U-19 2014.
Evan Dimas juga pernah membawa Timnas Indonesia U-22 lolos ke final SEA Games 2019. Sayangnya di partai puncak, Evan Dimas cedera usai dihajar Doan Van Hau sehingga skuad Garuda Muda kalah 0-3 dari Timnas Vietnam U-22.
Bagaimana di level Timnas Indonesia senior? Evan Dimas tampil 43 kali bersama Timnas Indonesia senior dengan koleksi 11 gol.
Pemain Timnas Indonesia yang Dihukum Berat Komdis PSSI, Nomor 1 Kiper Skuad Garuda
Rivan Nasri Rachman, Okezone · Kamis 02 Januari 2025 05:55 WIB
https: img.okezone.com content 2025 01 02 49 3100626 3-pemain-timnas-indonesia-yang-dihukum-berat-komdis-pssi-nomor-1-kiper-skuad-garuda-v8giEduTIX.jpg
Sesi latihan Timnas Indonesia. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share on FacebookShare on TwitterwhatsappShare on mailcopy link
0
TOTAL SHARE
A A A
PSSI baru saja menggelar sidang Komite Disiplin (Komdis) pada akhir Desember 2024. Hasil dari sidang Komdis PSSI itu terungkap sejumlah pemain Timnas Indonesia terkena hukuman karena melakukan pelanggaran keras di Liga 1 2024-2025.
Hukuman itu diberikan dengan berbagai pelanggaran yang dilakukan. Satu hal yang pasti, hukuman yang diberikan berupa larangan bermain hingga denda uang dengan jumlah yang besar. Penasaran siapa saja pelanggar itu?
BACA JUGA:
Jendela Transfer Paruh Musim Liga 1 2024-2025 Dibuka, Arema FC Pilih Tak Belanja Pemain
Berikut 3 Pemain Timnas Indonesia yang Dihukum Berat Komdis PSSI:
3. Gala Pagamo (Semen Padang)
Gala Pagamo
Gala Pagamo adalah salah satu pemain Semen Padang yang sempat mendapatkan panggilan ke pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20. Berusia 18 tahun, winger kanan Semen Padang itu sudah dipercayai bermain di skuad utama.
Hanya saja, Gala justru melakukan pelanggaran kerasa saat laga Persik Kediri vs Semen Padang di laga lanjutan Liga 1 2024-2025, pada 21 Desember 2024. Dalam momen itu, Gala diketahui melakukan pelanggaran serius, yakni bertindak kasar menggunakan tubuhnya secara berlebihan kepada pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung.
Pelanggaran yang dilakukan Gala adalah melalukan stomping kaki kepada pemain Persik, Yusuf Meilana. Karena pelaranggan itu, Gala mendapatkan tambahan larangan bermain sebanyak 2 pertandingan dan denda Rp10 juta.
5 Pemain Ajax Amsterdam 2024/2025 dengan Masa Bakti Terlama
POKER PELANGI Ajax Amsterdam memiliki materi pemain beragam pada 2024/2025.
Kenneth Taylor dan Devyne Rensch adalah pemain andalan dengan loyalitas tinggi.
Remko Pasveer, Jay Gorter, dan Steven Berghuis juga menjadi bagian skuad Ajax dengan kontribusi yang berbeda.
Ajax Amsterdam merupakan salah satu klub yang disegani di kancah Eropa. Klub berjuluk De Godenzonen ini berhasil memenangkan berbagai gelar juara bergengsi termasuk, 36 trofi Eredivisie Belanda dan 4 trofi Liga Champions Eropa. Salah satu kunci kesuksesan Ajax adalah materi pemain yang mereka miliki.
Pada 2024/2025, Ajax memiliki materi pemain yang beragam. Terdapat sejumlah pemain yang telah lama merumput bersama Ajax. Berikut lima pemain Ajax dengan masa bakti terlama pada 2024/2025
1. Kenneth Taylor menjadi pemain andalan di lini tengah
Kenneth Taylor merupakan pemain hasil binaan akademi sepak bola Ajax. Dirinya berhasil promosi ke tim utama pada 2020. HIngga saat ini, pemain berusia 22 tahun tersebut tidak pernah berganti klub.
Taylor menjadi pemain andalan di lini tengah De Godenzonen. Pemain asal Belanda ini dapat ditempatkan sebagai gelandang tengah, gelandang serang, dan gelandang bertahan. Selama memperkuat Ajax, Taylor telah mencatatkan 142 penampilan dengan kontribusi 27 gol dan 22 assist.
2. Devyne Rensch menjadi proyek jangka panjang bagi Ajax
Devyne Rensch merupakan salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Ajax. Bek kanan berkebangsaan Belanda ini telah lama menimba ilmu di akademi Ajax. Berkat kerja kerasnya, Rensch berhasil promosi ke skuad senior Ajax pada 2020.
Bersama Ajax, Rensch tampil dalam 153 pertandingan dengan mencatatkan 10 gol dan 12 assist. Saat ini, Rensch baru menginjak usia 21 tahun. Jika terus tampil konsisten, dirinya dapat menjadi proyek jangka panjang bagi De Godenzonen.
3. Remko Pasveer masih mendapatkan kesempatan bermain meski sudah tidak lagi muda
Remko Pasveer menjadi pemain berpengalaman di skuad Ajax saat ini. Ia tercatat pernah bermain untuk FC Twente, Heracles Almelo, Go Ahead Eagles, PSV Eindhoven, dan Vitesse. Kiper berusia 41 tahun ini bergabung dengan Ajax sejak musim panas 2021.
Meski sudah tidak lagi muda, Pasveer masih mendapatkan banyak kesempatan bermain. Pada 2024/2025 ini, dirinya telah tampil dalam 29 pertandingan di semua ajang dengan menorehkan 14 clean sheet. Masa depan Pasveer bersama Ajax masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, kontrak pemain asal Belanda ini akan berakhir pada Juni 2025 nanti.
4. Jay Gorter tidak mendapatkan tempat utama di bawah mistar gawang Ajax
Kiper lainnya yang masuk dalam daftar ini adalah Jay Gorter. Sama seperti Remko Pasveer, Gorter juga bergabung ke skuad Ajax pada musim panas 2021. Saat itu, ia didatangkan dari Go Ahead Eagles dengan biaya transfer 1 juta euro atau Rp16 miliar.
Pemain berusia 24 tahun ini tidak mendapatkan tempat utama di skuad De Godenzonen. Pada 2022/2023, dirinya sempat dipinjamkan ke klub Skotlandia, Aberdeen FC, untuk mendapatkan kesempatan bermain. Sejauh ini, Gorter baru mencatatkan 15 penampilan di semua kompetisi bersama Ajax.
5. Steven Berghuis mulai kehilangan menit bermain
Ajax mendatangkan Steven Berghuis pada musim panas 2021.Pemain asal Belanda ini diboyong dari Feyenoord dengan biaya transfer 5,5 juta euro atau Rp92 miliar. Kehadiran Berghuis diharapkan mampu menambah daya gedor di lini serang Ajax.
Berghuis sempat menjadi pemain pilar bagi De Godenzonen. Akan tetapi, pemain berusia 33 tahun ini mulai kehilangan menit bermain pada 2024/2025. Ia tampil dalam 18 pertandingan sepanjang musim ini dengan mengemas 1 gol dan 3 assist. Namun, sebagian besar penampilan tersebut ia mulai dari bangku cadangan.
Para pemain di atas telah cukup lama memperkuat Ajax. Tidak semua dari mereka menjadi pilihan utama di skuad Ajax saat ini. Meski demikian, loyalitas yang mereka tunjukkan patut mendapatkan apresiasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)