Saturday, June 7, 2025

7 Kebiasaan 'Little Treat' Gen Z yang Ternyata Bikin Hidup Lebih Happy

POKER PELANGI - Sekarang dunia serba cepat dan penuh tekanan. Selain itu, tuntutan hidup juga makin tinggi, informasi terus mengalir tanpa henti, dan standar kesuksesan gak jarang bikin kepala terasa penuh. Namun, di tengah itu semua, Gen Z punya cara unik buat menjaga kewarasan, yaitu dengan little treat atau hadiah kecil untuk diri sendiri. Walau kelihatannya sederhana, ternyata kebiasaan-kebiasaan ini bisa menjadi penyelamat di kala stres, burnout, dan padatnya aktivitas sehari-hari. Little treat ala Gen Z itu gak harus mahal dan gak harus nunggu momen-momen spesial, kok. Justru dari hal-hal kecil Gen Z belajar mencintai diri sendiri dan memberi ruang untuk bernafas sejenak. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat receh di mata orang lain, tapi justru punya dampak positif yang nyata untuk mood dan semangat menjalani hari. Yuk, intip tujuh kebiasaan little treat yang ternyata bikin hidup lebih happy dan hati lebih tenang! 1. Beli kopi di coffee shop favorit meski cuma sendirian Buat sebagian Gen Z, mampir ke coffee shop itu bukan sekadar ikut-ikutan tren atau cuma buat konten Instagram aja, lho. Ada rasa tenang saat bisa duduk di pojokan kedai, pesan minuman favorit, dan menikmati waktu sendiri tanpa distraksi. Tempat yang estetik, wangi kopi, dan suara musik latar yang chill sering jadi pelarian singkat dari rutinitas yang melelahkan. Menariknya, banyak dari mereka yang justru merasa recharge setelah ngopi sendiri. Gak perlu basa-basi, nggak harus ngobrol. Cukup dengan menikmati momen slow living. Kebiasaan ini bikin mereka lebih terhubung sama diri sendiri, dan ngebantu menata ulang pikiran yang lagi kusut. 2. Scroll TikTok sambil makan camilan favorit Scroll TikTok sambil ngemil mungkin terlihat receh, tapi bagi Gen Z, ini salah satu bentuk hiburan ringan yang cukup efektif ngusir stres. Gak sedikit dari mereka yang sengaja menyimpan stok snack favorit di kamar, biar bisa healing dadakan saat hari terasa berat. Entah itu ciki pedas, cokelat, atau boba, rasanya seperti pelukan kecil buat diri sendiri. Kebiasaan ini juga bikin aktivitas scrolling jadi lebih menyenangkan. Saat video-video lucu atau relatable muncul, ngemil jadi bagian dari pengalaman menikmati momen. Meski kelihatannya kecil, kebiasaan ini memberikan rasa nyaman dan menenangkan, terutama setelah hari yang penuh tekanan. 3. Checkout barang estetik di e-commerce Gen Z dikenal sebagai generasi yang sadar akan budget tapi tetap cinta estetika. Belanja barang-barang kecil di e-commerce seperti sticky note lucu, gelas kaca minimalis, atau lampu tidur LED adalah bentuk treat yang sederhana tapi menyenangkan. Harganya murah, tapi bisa bikin kamar atau meja belajar jadi lebih hidup. Bagi mereka, checkout kecil-kecilan ini bukan soal konsumtif, tapi bentuk self-reward yang ringan dan menyenangkan. Bahkan proses milih barang, nunggu paket, sampai unboxing-nya pun jadi bagian dari momen bahagia. Rasanya seperti ngasih kejutan buat diri sendiri, meski tahu isinya apa. 4. Mandi pakai sabun atau wangi-wangian favorit Mandi bukan lagi sekadar aktivitas bersih-bersih buat Gen Z, tapi udah jadi ritual self-care yang dinikmati sepenuh hati. Banyak dari mereka yang mulai pakai sabun aromaterapi, body scrub, atau lotion dengan wangi calming biar bisa ngerasa lebih relaks setelah seharian beraktivitas. Bahkan ada yang sengaja pasang playlist sambil mandi biar suasananya makin menyenangkan. Rasa segar dan wangi setelah mandi bisa banget ngubah mood dari capek jadi tenang. Buat Gen Z, ini adalah salah satu bentuk perawatan diri yang paling sederhana tapi berdampak. Apalagi kalau mandinya malam hari sebelum tidur, pasti jadi semacam reset buat tubuh dan pikiran. 5. Menonton ulang film atau series yang jadi 'comfort zone' Saat hidup lagi chaos dan energi mental menipis, Gen Z cenderung balik ke tontonan yang familiar. Film atau series favorit seperti Harry Potter atau Reply 1988 sering jadi tempat pelarian buat merasa aman dan nyaman. Cerita yang sudah hafal, karakter yang disukai, dan momen-momen nostalgia membuat mereka merasa lebih tenang. Kebiasaan ini bikin mereka merasa terkoneksi kembali dengan versi diri mereka yang lebih santai. Nggak ada ekspektasi buat "mengikuti cerita baru", tinggal menikmati yang sudah dikenal dan dicintai. Ini jadi bentuk kecil dari self-soothing yang seringkali sangat membantu saat sedang down. 6. Jalan sore sambil denger playlist favorit Kadang yang dibutuhin bukan solusi, tapi udara segar dan lagu yang cocok sama suasana hati. Jalan kaki sore-sore sambil pakai headset dan muter playlist pribadi adalah cara Gen Z buat meresapi emosi. Entah itu lagu galau pas lagi mellow, atau lagu upbeat buat angkat semangat, semuanya bisa bantu proses healing kecil-kecilan. Selain bikin badan lebih sehat, jalan sore juga jadi waktu refleksi yang sunyi tapi meaningful. Tanpa disadari, kebiasaan ini bikin mereka lebih mindful dan hadir di momen sekarang. Nggak heran kalau banyak dari mereka merasa lebih enteng setelahnya, walau cuma keliling kompleks. 7. Nulis di jurnal digital Menulis jadi salah satu coping mechanism favorit Gen Z. Nggak harus deep atau puitis kok, cukup menuangkan perasaan harian atau bikin to-do list dengan font lucu. Banyak juga yang suka bikin digital journal di iPad atau bikin scrapbook dengan stiker dan foto-foto kenangan. Proses ini jadi terapi visual dan emosional sekaligus. Selain menyenangkan secara kreatif, journaling juga membantu mereka lebih sadar akan emosi dan perkembangan diri. Ini cara halus buat ngobrol sama diri sendiri, mengenal apa yang sedang dirasakan, dan mengarsipkan kenangan-kenangan kecil dalam bentuk visual yang cantik. Terlihat simpel, tapi efeknya bisa sangat menyembuhkan.

Friday, June 6, 2025

5 Cara Biar Telur Rebus Mudah Dikupas dan Gak Hancur

POKER PELANGI - Rebus telur kelihatannya gampang, tapi banyak orang justru stres pas mengupas kulitnya. Telur nempel di cangkang, hancur, atau malah kehilangan separuh putihnya. Padahal, telur rebus yang mulus itu penting banget, apalagi buat bekal, sarapan, atau hiasan makanan biar tampilannya tetap menggoda. Nah, kalau kamu sering kesel tiap kali ngupas telur rebus, bisa jadi ada teknik yang belum kamu tahu. Yuk simak lima cara biar telur rebus gampang dikupas dan gak hancur. Simpel, tapi hasilnya bikin puas! 1. Gunakan telur yang gak terlalu baru Telur yang masih terlalu segar justru lebih susah dikupas karena membran antara cangkang dan putih telurnya masih kuat banget nempel. Makanya, pakai telur yang udah disimpan beberapa hari di kulkas justru lebih bagus buat direbus. Telur yang udah 'berumur' sekitar 5–7 hari punya pH yang lebih tinggi, jadi bagian putihnya gak terlalu lengket di cangkang. Hasilnya, kamu bisa kupas dengan mulus tanpa harus ngerusak bentuknya. 2. Masukkan telur ke air yang sudah mendidih Banyak orang terbiasa merebus telur mulai dari air dingin, padahal itu bisa bikin putih telur menempel kuat di cangkang karena proses pemanasan yang lambat. Lebih baik, panaskan air dulu sampai mendidih, baru masukkan telur secara perlahan. Teknik ini bantu bagian luar putih telur langsung 'mengeras' dan membentuk lapisan yang mudah lepas dari kulitnya. Hasilnya? Telur matang sempurna dan gampang dikupas. 3. Tambahkan garam atau cuka ke air rebusan Menambahkan sedikit garam atau cuka ke dalam air rebusan bukan cuma bikin rasa telur lebih enak, tapi juga bantu cangkang lebih mudah terlepas. Cuka bantu melarutkan sedikit lapisan luar cangkang, sedangkan garam mencegah retakan kecil menyebar dan bikin telur tetap utuh. Kamu cukup tambahkan 1 sendok makan cuka atau 1/2 sendok makan garam ke air mendidih sebelum masukkan telur. Ini trik simpel tapi hasilnya maksimal banget. 4. Langsung rendam di air es setelah matang Begitu telur matang, langsung angkat dan masukkan ke dalam mangkuk berisi air es atau air dingin yang banyak. Proses ini disebut 'shock cooling' dan fungsinya buat menghentikan proses pemasakan sekaligus bantu cangkang terpisah dari putih telur. Selain bikin kupas lebih mudah, merendam telur di air dingin juga bikin warnanya tetap cerah dan bagian kuningnya gak berubah keabu-abuan. Jadi selain rapi, tampilannya juga lebih menggoda. 5. Gulingkan dan tekan perlahan sebelum dikupas Sebelum dikupas, gulingkan telur rebus di atas meja atau talenan sambil ditekan perlahan sampai cangkangnya retak merata. Cara ini bantu udara masuk ke dalam celah antara cangkang dan putih telur, jadi kupasannya bisa lebih mulus. Kamu bisa mulai kupas dari bagian bawah telur yang biasanya ada kantong udara kecil. Dari situ, tarik kulitnya perlahan sambil disiram air mengalir biar cangkangnya lebih gampang lepas. Telur rebus yang mulus dan gak hancur ternyata butuh teknik khusus sejak awal proses masaknya. Dari pemilihan telur, cara merebus, sampai teknik ngupasnya , semua punya peran penting buat hasil akhir yang maksimal. Jadi, gak perlu frustasi lagi tiap kali harus nyiapin telur rebus. Selamat mencoba dan semoga makin jago di dapur!

Thursday, June 5, 2025

Terungkap, Tambang Nikel yang Bikin Heboh di Raja Ampat Punya Antam

POKER PELANGI - Menteri ESDM, Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (IDN Times/Trio Hamdani) Tambang tersebut menjadi sorotan publik karena kekhawatiran masyarakat dan aktivis lingkungan terhadap risiko kerusakan ekosistem akibat aktivitas penambangan di wilayah yang dikenal dengan keanekaragaman hayati lautnya. "Jadi, IUP di Raja Ampat itu ada beberapa, mungkin ada lima setelah saya mendapat laporan dari Dirjen. Nah, yang beroperasi sekarang itu hanya satu yaitu PT Gag. PT Gag Nikel ini yang punya adalah Antam, BUMN," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025). 1. Sejarah kepemilikan tambang nikel oleh PT Gag Nikel Bahlil menjelaskan PT Gag Nikel awalnya merupakan pemegang kontrak karya yang dimiliki oleh pihak asing pada periode 1997–1998. Setelah kontrak karya tersebut dihentikan, pengelolaan tambang kemudian diambil alih oleh negara. Setelah diambil alih negara, kontrak karya tersebut diserahkan kepada PT Antam. Badan usaha milik negara sektor tambang itu lantas mendelegasikannya ke anak perusahaan, PT Gag Nikel untuk menjalankan operasi pertambangan. "Negara menyerahkan kepada PT Antam. PT Antam itu anak perusahaannya siapa? PT Gag Nikel," tuturnya. 2. IUP terbit sebelum Bahlil jadi Menteri ESDM Menteri ESDM, Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (IDN Times/Trio Hamdani) Bahlil menegaskan IUP PT Gag Nikel diterbitkan pada 2017. Saat itu, Bahlil masih menjabat sebagai Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan belum masuk ke dalam kabinet. "IUP-nya itu sekali lagi IUP produksinya 2017. Saya masih Ketua Umum Hipmi Indonesia, Ketua Umum BPP Hipmi, belum masuk di kabinet," ungkapnya. Dia juga menyampaikan sebelum perusahaan mulai beroperasi pada 2018, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) juga telah tersedia sesuai prosedur. 3. PT Gag Nikel kini sepenuhnya milik Antam Mengacu pada informasi di laman resmi perusahaan, PT Gag Nikel merupakan pemegang Kontrak Karya Generasi VII yang ditandatangani pada 19 Januari 1998 oleh Presiden Republik Indonesia. Saat itu, mayoritas saham perusahaan dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty. Ltd (75 persen), sedangkan sisanya dikuasai oleh PT Antam Tbk (25 persen). Namun sejak 2008, seluruh saham milik Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. diakuisisi oleh PT Antam Tbk., sehingga sejak saat itu pengelolaan PT Gag Nikel sepenuhnya berada di bawah kendali Antam.

Tuesday, June 3, 2025

5 Cara Menyusun Anggaran Makan Hemat untuk Mahasiswa Baru

POKER PELANGI - Bagi banyak orang, menjadi mahasiswa merupakan momen pertama bagi seseorang untuk hidup mandiri, jauh dari orangtua. Salah satu tantangan terbesar bagi para mahasiswa baru adalah mengelola anggaran makan. Jika tidak dikelola dengan baik, pengeluaran untuk makan dapat menjadi salah satu pos terbesar dalam anggaran bulanan. Tanpa pengelolaan yang tepat, bisa-bisa uang saku habis sebelum akhir bulan. Tidak mau kan mengalami hal ini saat berada di tanah rantau? Nah, agar tidak boncos, simak tips berikut untuk menyusun anggaran makan hemat bagi mahasiswa baru. 1. Tentukan anggaran bulanan Langkah pertama agar tidak boncos adalah menetapkan jumlah uang yang akan kamu alokasikan setiap bulan untuk kebutuhan makanan. Mulailah dengan mengevaluasi pemasukan, apakah itu dari orangtua, beasiswa, atau pekerjaan paruh waktu. Pastikan kamu tidak menghabiskan lebih dari yang tersedia. Idealnya, alokasikan sekitar 20–30 persen dari total pendapatan untuk makan, tetapi angka ini sebenarnya fleksibel tergantung berapa jatah uang sakumu dan di mana kamu berada. 2. Buat daftar menu mingguan dan masak sendiri Salah satu cara terbaik untuk menghemat anggaran makan adalah dengan memasak sendiri. Pasalnya, harga makanan di luar, bahkan di kantin kampus, cenderung lebih mahal daripada memasak sendiri. Selain bisa menghemat pengeluaran, dengan memasak sendiri kamu juga bisa mengontrol porsi dan kualitas bahan makanan yang digunakan. Carilah resep-resep sederhana yang membutuhkan bahan-bahan dasar dan mudah diolah. Beberapa bahan makanan seperti telur, tahu, tempe, dan sayuran biasanya murah tapi tetap bergizi. Rencana menu juga akan membantumu menghindari kebiasaan makan di luar karena bingung memilih makanan. 3. Belanja di pasar tradisional Bahan makanan di pasar tradisional biasanya memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan supermarket. Selain itu, di pasar tradisional kamu juga bisa menawar harga. Pastikan untuk membeli bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan hindari berbelanja terlalu banyak agar tidak basi dan berujung pada pemborosan. 4. Jangan sering jajan dan makan di luar Makan di luar memang praktis, tapi seringkali ini lebih mahal daripada jika memasak. Tak kalah penting, hindari membeli makanan atau minuman ringan, seperti kopi, jus, snack, street food, dan sebagainya. Sebab, walaupun makanan ini terlihat murah jika dibeli satu per satu, tapi jika dikonsumsi setiap hari, biayanya bisa membengkak. Lebih baik bawa kopi atau bekal dari rumah untuk menekan pengeluaran yang tidak perlu. 5. Pilih makanan yang tahan lama Beberapa bahan makanan, seperti beras, mi instan, pasta, abon, dan sarden memiliki masa simpan yang lama dan bisa menjadi pilihan yang ekonomis. Pastikan kamu menyimpan bahan-bahan ini sebagai stok dasar di dapur. Namun, jangan hanya mengandalkan makanan instan, tetap kombinasikan dengan bahan segar untuk memastikan kamu mendapatkan nutrisi yang seimbang. Dengan menerapkan tips-tips ini, harapannya mahasiswa baru dapat menyusun anggaran makan yang hemat tapi tetap sehat. Kunci utamanya adalah perencanaan yang matang, disiplin, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi keuangan yang ada.

Monday, June 2, 2025

5 Skala Prioritas Alokasi Uang, Biar Gak Jebol Tiap Bulan

POKER PELANGI - Ada hal yang lebih penting dari sekadar mencatat keuangan atau pengeluaran yaitu bagaimana uang itu dibagi agar kebutuhan terpenuhi tanpa harus panik di akhir bulan. Banyak orang merasa sudah hemat, tapi tetap merasa uang selalu kurang karena tidak punya sistem prioritas yang jelas. Padahal, alokasi yang terstruktur bisa jadi pembeda antara bertahan hidup dan hidup dengan tenang. Pemasukan besar pun tidak akan cukup kalau penggunaannya tidak terarah. Uang memang bisa habis, tapi kendali atasnya seharusnya tetap ada di tanganmu. Berikut beberapa skala prioritas yang bisa dijadikan acuan agar keuanganmu lebih terkontrol. 1. Kebutuhan pokok harus terpenuhi terlebih dahulu Hal paling dasar dari alokasi uang adalah memastikan kebutuhan sehari-hari aman. Makanan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan wajib seperti listrik serta air seharusnya berada di urutan paling atas. Jika alokasi untuk kebutuhan ini tidak jelas, pengeluaran lain akan menggerus pos yang seharusnya sudah aman dari awal. Pastikan jumlahnya sesuai, jangan lebih, jangan juga terlalu ketat sampai menyulitkan. Misalnya, jika biaya makan satu bulan biasanya Rp1 juta, pastikan tidak membelanjakan lebih dari itu kecuali ada kebutuhan khusus. Ini bukan soal pelit, tapi soal strategi. Ketika pos kebutuhan pokok sudah aman, kamu tidak perlu cemas dan bisa berpikir jernih untuk mengatur keuangan di aspek lainnya. 2. Cicilan dan kewajiban finansial perlu dilakukan dengan disiplin Jika kamu punya cicilan seperti KPR, kredit kendaraan, atau pinjaman pendidikan, pastikan itu dibayar di awal setelah kebutuhan pokok. Komitmen terhadap utang bukan hanya soal tanggung jawab moral, tapi juga memengaruhi kesehatan finansialmu secara jangka panjang. Telat membayar bisa berdampak pada denda, bahkan catatan buruk dalam riwayat kredit. Penting untuk menyisihkan jumlah tetap untuk membayar kewajiban ini. Jangan mengandalkan sisa dari pengeluaran lain karena itu sering tidak cukup. Memasukkan pos ini ke daftar prioritas membuat arus keuangan lebih stabil. Disiplin dalam pembayaran cicilan bukan berarti hidup kaku, tapi menjamin kelancaran finansial tanpa drama tak terduga di kemudian hari. 3. Dana darurat harus disisihkan secara konsisten Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa memprediksi kapan musibah atau situasi tak terduga datang menghampiri hidup ini. Entah itu jatuh sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya, semuanya bisa menguras tabungan kalau tidak ada dana cadangan. Menyisihkan sebagian kecil dari pemasukan kamu tiap bulan secara rutin juga akan sangat membantu di masa-masa sulit. Idealnya, dana darurat dikumpulkan perlahan tapi pasti. Tidak perlu besar langsung, cukup 5–10 persen dari penghasilan tiap bulan. Konsisten menyisihkan dana darurat dan tidak diutak-atik kecuali benar-benar mendesak. Dana ini bukan hanya penolong, tapi juga memberi rasa tenang karena tahu ada perlindungan saat keadaan memburuk tanpa aba-aba. 4. Investasi masa depan perlu mendapat ruang Mengatur keuangan bukan hanya tentang hari ini, tapi juga tentang esok yang belum tentu mudah. Investasi, sekecil apa pun, memberi kesempatan pada uang untuk berkembang dan tidak hanya berhenti sebagai angka di rekening. Pilih bentuk yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan mulai dari emas, reksa dana, sampai tabungan pensiun. Investasi butuh waktu untuk memberikan hasil tapi banyak sekali orang lupa akan hal ini. Maka dari itu, memasukkannya ke skala prioritas sejak sekarang adalah langkah bijak. Tidak harus besar, tapi rutin dan terencana. Menunda investasi berarti memperpanjang jarak menuju kemerdekaan finansial yang kamu impikan. 5. Pengembangan diri pantas mendapat porsi tersendiri Banyak yang lupa bahwa uang juga seharusnya digunakan untuk memperluas kemampuan dan memperkaya wawasan. Entah itu ikut pelatihan, membeli buku, atau belajar keahlian baru, semua bisa berdampak positif pada potensi penghasilanmu di masa depan. Ini bukan pengeluaran sia-sia, melainkan bentuk investasi dalam bentuk lain. Menjadikan pengembangan diri sebagai prioritas berarti kamu mengakui bahwa pertumbuhan personal sama pentingnya dengan stabilitas finansial. Alokasi ini tidak perlu besar, tapi harus konsisten. Saat kemampuan meningkat, peluang yang datang juga ikut berkembang. Keuangan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi juga kesiapan menghadapi perubahan hidup. Mengatur keuangan tidak harus rumit asal tahu mana yang lebih penting dan mana yang bisa ditunda. Skala prioritas yang jelas membantu kamu bergerak lebih terarah tanpa harus selalu merasa kekurangan. Dengan langkah yang konsisten, kamu tidak hanya selamat dari jebol di akhir bulan, tapi juga lebih siap menghadapi masa depan.

Sunday, June 1, 2025

5 Tanda Kamu Tidak Nyaman Tinggal di Desa, Siap Merantau?

POKER PELANGI - Hidup di desa sebenarnya lebih menenangkan, tapi tak sedikit orang yang pergi merantau demi kehidupan yang lebih baik. Bagi kamu yang ambisius mengejar impian, hidup di desa bukanlah sebuah keberuntungan. Kamu akan kesulitan untuk berkembang dan mengeksplor lebih jauh. Pengalaman dan relasi kamu mungkin hanya itu-itu saja. Tidak salah jika pada akhirnya kamu memilih untuk tinggal di desa, dengan kehidupan yang serba apa adanya. Dikarenakan di perkotaan pun ada kekurangannya, yang perlu kamu terima. Untuk tahu cocok atau tidaknya dirimu, berikut ini ada lima tanda kamu tidak nyaman tinggal di desa dan lebih cocok merantau ke perkotaan 1. Kamu susah berkembang karena hidupnya kelewat santai Hidup di desa memang terlalu santai, tidak terburu-buru. Berbeda dengan kota, yang semuanya harus serba cepat. Itulah mengapa, tinggal di kota kamu akan cepat berkembang. Kamu hidup seperti berlomba dengan kehidupan orang lain. Sehingga sikap seperti ini, yang membuat kamu termotivasi untuk bergerak lebih cepat. Orang-orang di desa seperti memegang prinsip pasrah dalam kehidupan. Mereka tetap berusaha, tapi tidak terlalu keras. Tak heran, jika pendapatan di desa dengan perkotaan sangat senjang. Karena di kota, kita dilatih untuk menjadi seorang yang pekerja keras. Jadi, buat kamu yang ingin bertumbuh dengan cepat, merantaulah ke kota. 2. Kamu tidak punya karier yang menjanjikan, karena sedikitnya peluang kerja Sudah tidak asing dengan lapangan pekerjaan yang menjanjikan di perkotaan. Mereka memiliki banyak perusahaan, sehingga memudahkan para pencari kerja dalam memenuhi kebutuhan. Sedangkan di desa, peluang kerja sangat kecil. Belum lagi dengan pendapatan yang tak seberapa. Meski cukup untuk tinggal di desa dengan kebutuhan yang serba murah, tapi kamu tidak punya karier yang jelas. Kerja serabutan dengan penghasilan serba apa adanya. Jika kamu tidak keberatan, tidak apa-apa memilih untuk tetap hidup di desa. Tapi, kalau kamu mau mempunyai karier yang jelas, tidak ada salahnya hijrah dan mencari pengalaman di kota orang. 3. Kamu lebih suka hidup individualis karena merasa tenang Hidup di desa itu masyarakatnya ramah-ramah. Saking ramahnya, mereka juga ikut andil dalam urusan pribadi. Mereka saling terbuka satu sama lain, sehingga informasi mudah tersebar dengan cepat. Bagi kamu yang bodo amatan, mungkin akan sedikit terusik dengan adanya budaya hidup di desa yang seperti ini. Tidak seperti di perkotaan, yang tetangga kanan kiri tidak saling kenal. Mereka hidup masing-masing, tanpa harus repot-repot ikut andil dalam urusan pribadi orang. Bukan tidak solidaritas, tapi mereka tidak punya banyak waktu untuk mengurusi hidup orang lain. Mungkin hanya sekadar tahu saja, tidak sampai ikut campur. 4. Kamu gak bisa menjelajah tempat wisata lebih banyak dan beragam Sebagaimana yang kamu ketahui, di desa tidak banyak tempat wisata. Tidak ada mall dan pusat perbelanjaan yang memadai. Bahkan, mall di desa hanya sebatas berisi makanan dan pakaian. Tidak ada wahana permainan atau hiburan lainnya. Sehingga, bagi kamu yang suka jalan-jalan akan kesulitan menemukan tempat yang estetik. Bahkan seperti museum, perpustakaan, taman raya, itu jarang ada. Tidak seperti di perkotaan, yang bisa kamu jumpai dengan mudah. Jadi, bagi kamu yang suka travelling, hidup di desa bukanlah pilihan yang tepat. Karena kamu akan kesulitan mencari spot foto yang estetik dan kekinian. 5. Kamu kesulitan untuk pergi ke mana-mana karena kurangnya akses transportasi Salah satu yang paling susah hidup di desa adalah, kurangnya akses transportasi. Bagi kamu yang tidak bisa mengendarai motor, ini akan jadi masalah. Kamu akan selalu mengandalkan orang untuk pergi ke mana-mana. Kalau kamu orangnya gak bisa diam di rumah, apa kamu harus merepotkan orang lain setiap hari? Bahkan anak-anak sekolah, mereka selalu mengandalkan orangtua untuk mengantarkannya. Kurangnya akses transportasi seperti ini justru semakin menyulitkan diri sendiri. Kamu tidak bebas pergi ke mana-mana dan selalu mengandalkan orang lain. Jika kamu merasa tertekan dengan kehidupan seperti ini, fix kamu tidak cocok tinggal di pedesaan. Hidup di desa bukan berarti buruk. Tinggal di perkotaan juga bukan berarti kamu akan selalu mendapatkan kesenangan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan yang cocok untuk kamu tinggali. Ingat, semua harus sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Jika kamu mulai tidak nyaman tinggal di desa karena berbagai alasan dan lebih suka hidup di kota, maka pergilah serta bertumbuhlah dengan baik. Setiap orang punya seleranya sendiri, terlebih mengenai memilih tempat tinggal.

5 Hal Toksik yang Diam-diam Pernah Kamu Nikmati

POKER PELANGI - Tanpa sadar, sebenarnya kamu pernah terjebak pada toksisitas. Sayangnya, kamu anggap itu hal yang sangat menyenangkan. Bahkan sampai kamu banggakan. Ya, karena memang kamu tidak tahu kalau itu ternyata jebakan. Nah makanya itu, artikel ini akan membantumu agar keluar dari situasi itu. Mari kenali lima hal yang kamu sangka baik, tapi itu bisa saja toksik. Tanpa berlama-lama, yuk bahas sampai tuntas. Supaya kamu tidak keliru. 1. Produktif tanpa jeda lya, semua mengakui, kok. Produktivitas itu layak dapat pujian dan juga empati. Namun, kalau sudah berlebihan, tentu ada cerita yang berbeda di sana. Sebab, kamu itu manusia biasa. Bukan pahlawan super seperti di film yang punya daya dan kekuatan tanpa batas. Kamu pasti senang bisa punya kesibukan yang penuh manfaat. Namun, kalau kamu forsir, lama-lama yang ada kejenuhan datang menyerangmu. Akhirnya kamu lelah mental. Fisikmu bakal kena juga. Jadi, santai saja ya. Kamu tidak berlomba sama siapa pun, kok. 2. Membantu orang lain lya, kamu tidak salah baca kok. Membantu orang itu sangat mulia, bahkan sangat dianjurkan. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang membawa maslahat bagi manusia lain. Terlampau terpuji, bukan? Namun, ada satu hal yang harus kamu timbang kembali. Jika tujuan utamamu hanya untuk dipuji, maka waspadalah. Karena kamu hanya akan mengejar sesuatu yang tidak ada ujungnya. Memang, hatimu berbunga-bunga, tapi tidak lama kamu bakal lupa diri, juga selalu bergantung pada validasi orang lain. Sungguh toksik bukan? 3. Tidak mau ketinggalan tren Namun, saat memantau media sosial, jiwamu kembali meronta. Tatkala menyaksikan gaya yang kece abis dan outfit yang menyilaukan mata, kamu tidak dapat kendalikan diri. lya, kamu ikut-ikutan dan terkesan memaksakan diri. Awalnya kamu bergairah karena merasa tidak ketinggalan, jadi si paling update, si paling bombastis nan fancy abis. Namun, apakah setelah semua itu usai kondisi dompetmu tidak meringis? Takutnya kamu terburai euforia hingga tagihanmu membengkak di akhir bulan. Sungguh toksik yang mengerikan. 4.Overthingking tanpa kendali lya tahu, kamu lagi pikirkan masa depanmu. Agar warnanya yang cerah mampu bersaingan dengan sinar arunika di pagi hari. Begitu indah nan menawan, sampai banyak yang rela abadikan lewat kamera ponselnya. Namun, kalau setiap hari kamu overthinking, energimu bakal terkuras, fokusmu terpecah belah, sehingga yang tersisa adalah was-was. Sudah begitu, kamu stagnan karena tidak tahu mesti berbuat apa. Takut salah arah atau kurang percaya diri. Sama sekali tidak ada kemajuan. Nah, mari ubah itu ya. Cobalah berpikir lebih terbuka. Lakukan langkah mesti itu hanya perlahan, walaupun itu hanya sedikit saja, asalkan ia berkelanjutan. Dibanding hanya terus berpikir tanpa menghasilkan solusi. lya, kan? 5. Validasi dari media sosial Kamu loncat-loncat kegirangan tatkala ponselmu berbunyi yang menandakan bahwa orang-orang menyukai postinganmu, bahkan sampai berkomentar dengan bahasa yang manis. Jadinya kamu ketagihan untuk menyuguhkan yang lebih fresh lagi esok hari demi validasi dari media sosial. Kemudian, esoknya berulang demikian. Sebuah lingkaran yang hanya membuatmu terpaku pada respons orang-orang di dunia maya. Perlahan tapi pasti, kebahagiaanmu di dunia nyata mulai tergerus. Alhasil, kamu tidak bergairah jalani hari. Karena kamu abai terhadap apa yang kamu rasakan secara langsung di kehidupan yang sesungguhnya. Demikianlah penyajian artikel ini. Dari poin-poin di atas, mana yang pernah kamu banggakan? Yuk, beri tahu!