Wednesday, December 4, 2024

4 Pemain Tottenham Hotspur 2024/2025 dengan Masa Bakti Terlama

POKER PELANGI Dalam beberapa musim terakhir, Tottenham Hotspur belum mampu menunjukkan performa konsisten. Meski demikian, klub asal London tersebut tetap menjadi ancaman bagi klub English Premier League (EPL) lainnya. Spurs menjadi salah satu klub yang sulit dikalahkan. Hal tersebut tidak terlepas dari para pemain memiliki kualitas apik. Spurs menjadi salah satu tim dengan komposisi pemain beragam termasuk sejumlah pemain senior yang telah lama membela The Lilywhites. Pada 2024/2025, terdapat sejumlah pemain Spurs yang telah mengabdi lama. Siapa saja mereka dan bagaimana kiprahnya? Simak ulasan berikut ini! 1. Ben Davies (2014) tidak selalu menjadi pilihan utama bagi Spurs Ben Davies memasuki musim kesepuluh bersama Tottenham Hotspur. Ia merupakan produk akademi sepak bola Swansea City. Ia kemudian direkrut Spurs pada musim panas 2014 dengan biaya transfer 12,65 juta euro atau Rp211 miliar. Davies berposisi sebagai pemain bertahan. Dirinya dapat ditempatkan di posisi bek tengah serta bek kiri. Dengan usia yang sudah tidak lagi muda, pemain 31 tahun ini tidak selalu menjadi pilihan utama bagi Spurs. Pada 2024/2025, Davies bermain dalam sepuluh pertandingan di semua ajang. Musim 2024/2025 dapat menjadi tahun terakhir bagi Davies memperkuat Spurs. Pasalnya, kontrak sang pemain akan berakhir pada Juni 2025 nanti. Hingga saat ini, Spurs belum memberikan tawaran perpanjangan kontrak bagi pemain asal Wales tersebut. 2. Son Heung Min (2015) menjadi senjata The Lilywhites dalam membongkar pertahanan lawan Son Heung Min menjadi salah satu pemain andalan Tottenham Hotspur. Dirinya selalu menjadi pilihan utama Spurs di lini serang. Kecepatan yang dimiliki Son menjadi salah satu senjata The Lilywhites dalam membongkar pertahanan lawan. Son bergabung dengan Spurs pada musim panas 2015 dengan biaya transfer 30 juta euro atau Rp502 miliar. Sebelumnya, ia bermain untuk klub Jerman, Bayer Leverkusen. Selama berkostum Spurs, Son mencatatkan 422 penampilan di semua kompetisi. Pemain berusia 32 tahun ini juga berhasil menyumbang 166 gol dan 88 assist. 3. Alfie Whiteman (2019) baru mencatatkan satu penampilan bersama Spurs Alfie Whiteman merupakan salah satu jebolan akademi Tottenham Hotspur. Ia berhasil promosi ke tim utama The Lilywhites pada musim panas 2019. Sayangnya, pemain berkebangsaan Inggris ini kesulitan untuk mendapatkan menit bermain. Posisi Whiteman adalah penjaga gawang. Minimnya menit bermain yang didapatkan Whiteman membuat dirinya dipinjamkan kepada klub Swedia, Degerfors IF, pada 2021–2022. Namun, pemain berusia 26 tahun ini masih belum mendapatkan banyak kesempatan bermain. Hingga saat ini, Whiteman baru mencatatkan satu penampilan bersama skuad utama Spurs. 4. Sergio Reguilon (2020) tidak lagi menjadi pilihan utama setelah kepergian Jose Mourinho Tottenham Hotspur mendatangkan Sergio Reguilon pada musim panas 2020. Pemain 27 tahun ini didatangkan dari raksasa Spanyol, Real Madrid. Untuk menebus Reguilon, Spurs harus mengeluarkan 30 juta euro atau Rp502 miliar. Karier Reguilon bersama Tottenham Hotspur tidak berjalan mulus. Awalnya, ia menjadi andalan Jose Mourinho di skuad The Lilywhites. Namun, setelah kepergian Mourinho, Reguilon tidak lagi menjadi pilihan utama. Pemain asal Spanyol ini kemudian dipinjamkan ke Atletico Madrid, Manchester United, dan Brentford. Pada musim panas 2024, Reguilon kembali bergabung Spurs. Hingga saat ini, Reguilon telah memperkuat Spurs dalam 67 pertandingan dengan torehan 2 gol dan 8 assist. Tidak semua pemain di atas mampu tampil reguler meski telah cukup lama memperkuat Spurs. Meski demikian, kehadiran mereka masih diperlukan. Dengan pengalaman yang dimiliki, mereka dapat membantu The Lilywhites tampil konsisten pada 2024/2025.

Tuesday, December 3, 2024

3 Top Skor Celta Vigo hingga Pekan ke-15 LaLiga 2024/2025

Celta Vigo inkonsisten di LaLiga Spanyol 2024/2025. Hingga pekan ke-15, Los Celestes masih tertahan di peringkat 12 klasemen. Mereka baru meraih 5 kemenangan dan sudah 7 ali kalah. Inkonsistensi Celta Vigo patut disayangkan. Mereka punya lini serang yang tajam, tetapi sering gagal meraih poin karena pertahanan rapuh. Bukti ketajaman lini depan Celta Vigo adalah koleksi gol mereka. Celta Vigo membuat 23 gol dalam 15 laga, alias rekor terbaik kelima di LaLiga sejauh ini. Gol-gol Celta Vigo adalah hasil sumbangsih sepuluh pemain. Inilah tiga di antaranya yang punya koleksi gol terbanyak. 1. Iago Aspas menjadi top skor sementara Celta Vigo 2024/2025 dengan lima gol Top skor sementara Celta Vigo pada 2024/2025 adalah Iago Aspas. Striker senior sekaligus kapten Celta Vigo itu sudah mencetak lima gol musim ini, semuanya di LaLiga. Terbaru, ia membobol gawang Espanyol pada laga pekan ke-15. Sayangnya, gol-gol Aspas hanya menghasilkan dua kemenangan di LaLiga bagi Celta Vigo sejauh ini. Ketajaman Aspas makin mempertegas statusnya sebagai top skor sepanjang masa Celta Vigo. Aspas adalah legenda hidup sekaligus produk asli akademi Celta Vigo sendiri. Musim ini adalah musim ke-16 baginya berseragam Celta Vigo. Sejauh ini, statistik Aspas bersama Celta Vigo adalah 507 penampilan dengan 209 gol di semua ajang. Aspas juga sering menjadi top skor Celta Vigo dalam 1 musim. Ia selalu menjadi pemain tertajam Celta Vigo setiap musim pada 2016–2023. Rentetan itu sempat terputus pada 2023/2024 lalu. Namun, Aspas berpeluang merebut kembali status top skor Celta Vigo musim ini. 2. Borja Iglesias sudah mencetak empat gol bagi Celta Vigo meski hanya dipinjam Sementara, Borja Iglesias hanya berstatus pinjaman Celta Vigo pada 2024/2025. Ia dipinjam dari Real Betis usai gagal tampil tajam pada 2023/2024. Iglesias sendiri sudah pernah membela Celta Vigo pada 2013–2017. Namun, saat itu ia hanya bermain bagi tim reserve mereka yang berlaga di divisi kedua Liga Spanyol. Bersama Celta Vigo, Iglesias belum pernah absen di LaLiga 2024/2025. Ia juga sudah mulai menemukan kembali ketajamannya, dengan torehan 4 gol dalam 15 laga. Namun, Iglesias belum mencetak gol lagi sejak pekan ke-9. Kontrak peminjaman Iglesias sendiri tak disertai opsi pembelian. Maka, ia dipastikan kembali ke Real Betis pada akhir musim nanti. 3. Anastasios Douvikas jarang menjadi starter tetapi sudah mencetak tiga gol Ada pula Anastasios Douvikas, striker Yunani yang membela Celta Vigo sejak 2023. Douvikas langsung menutup musim debutnya di Celta Vigo sebagai top skor. Ia mencetak 13 gol di semua ajang pada 2023/2024. Padahal, Douvikas lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti sepanjang musim. Memasuki 2024/2025, nasib Douvikas masih belum banyak berubah. Ia sudah tampil 15 kali di LaLiga, tetapi hanya 6 kali jadi starter. Meski demikian, Douvikas masih mampu menunjukkan ketajaman. Ia sudah membuat tiga gol. Setiap kali Douvikas mencetak gol, Celta Vigo juga tak pernah kalah. Tiga pemain di atas memimpin daftar top skor Celta Vigo di LaLiga 2024/2025. Sayangnya, gol-gol mereka belum bisa mengangkat klubnya ke papan atas klasemen. Mampukah Celta Vigo mempertahankan ketajaman sekaligus memperbaiki konsistensi pada lanjutan musim ini?

Jadwal Indonesia di Piala AFF 2024, Tandang ke Vietnam

Timnas Indonesia bakal bersaing di ASEAN Cup 2024. Sesuai hasil undian grup yang dihelat di Hanoi, Vietnam, Selasa (21/5/2024), skuad Garuda akan satu grup dengan Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos. Sejak 2018, fase grup ASEAN Cup, atau dahulu bernama Piala AFF, menerapkan format baru. Jadi, setiap tim akan melakoni dua laga kandang dan dua laga tandang. Nah, khusus Indonesia, kapan mereka akan menjalani laga kandang dan tandang? 1. Menjamu Laos dan Filipina di kandang Dilansir Soccerway, ada dua laga ketika Indonesia berstatus tim kandang di ASEAN Cup 2024, yaitu saat mereka melawan Laos dan Filipina. Dalam dua laga itu, skuad Garuda akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Laga lawan Laos dijadwalkan akan digelar pada 12 Desember 2024, sedangkan laga lawan Filipina akan dihelat pada 21 Desember 2024. Kedua laga itu akan digelar pada pukul 20.00 WIB 2. Bertandang ke markas Vietnam dan Myanmar Sedangkan untuk laga tandang, Indonesia akan melakoni laga yang lumayan berat. Mereka akan menjalani laga tandang di fase grup ASEAN Cup 2024 lawan Myanmar dan Vietnam. Laga lawan Myanmar akan digelar pada 9 Desember 2024. Sedangkan, laga lawan Vietnam akan dihelat pada 15 Desember 2024. Diprediksi, laga lawan Vietnam akan menentukan lolos tidaknya Indonesia ke fase gugur. 3. Jadwal lengkap Timnas Indonesia di fase grup ASEAN Cup 2024 Merunut jadwal, Piala AFF 2024, atau yang sekarang bernama ASEAN Championship, akan dihelat pada 8 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. Format di babak grup akan kembali menggunakan sistem dua kandang dan dua tandang, seperti 2022 silam. Berikut jadwal Timnas Indonesia di babak grup ASEAN Cup 2024 9 Desember 2024 Myanmar vs Indonesia (19.30 WIB) 12 Desember 2024 Indonesia vs Laos (20.00 WIB) 15 Desember 2024 Vietnam vs Indonesia (20.00 WIB) 21 Desember 2024 Indonesia vs Filipina (20.00 WIB

Sunday, December 1, 2024

Para Bintang Bulu Tangkis Ramaikan WONDR by BNI BrightUp Cup 2024

Usai sukses digelar di Surabaya pada 27 Oktober 2024, WONDR by BNI BrightUp Cup 2024 kembali hadir di Jakarta, Minggu (1/12/2024). Berlokasi di Hall GBK, Senayan, ajang ini mengusung konsep sportainment yang menyajikan pertandingan seru antara atlet dan legenda bulu tangkis dalam balutan suasana santai tapi kompetitif. Format pertandingan kali ini menggunakan aturan unik, yakni tiga gim berdurasi 10 menit per gim. Akumulasi poin dari setiap pertandingan akan menentukan tim pemenang. Partai-partai menarik dipertandingkan para bintang bulu tangkis Tanah Air, seperti Hendra Setiawan/Gregoria Mariska Tunjung melawan Greysia Polii/Alwi Farhan, Marcus Fernaldi Gideon/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan versus Tontowi Ahmad/Rinov Rivaldy, dan Fajar Alfian/Jafar Hidayatullah menghadapi Jonatan Christie/Muhammad Shohibul Fikri. 1. Hendra Setiawan vs Greysia Polii Pertandingan perdana di WONDR by BNI BrightUp Cup 2024 menyuguhkan duel sengit antara pasangan Hendra Setiawan/Gregoria Mariska Tunjung melawan Greysia Polii/Alwi Farhan. Pertarungan berlangsung ketat hingga akhir dengan skor masing-masing gim 19–16, 18–18, dan 15–17. Pada gim kedua, Greysia Polii tampak melakukan aksi unik. Ia berlari ke arah tim lawan dan membantu mereka. Ia meninggalkan Alwi Farhan yang harus bertahan sendirian di lapangan. 2. Marcus vs Tontowi Di pertandingan kedua, pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan berhadapan dengan Tontowi Ahmad/Rinov Rivaldy. Pertarungan berlangsung sengit dengan skor akhir 15–12, 15–11, dan 12–15. 3. Jonatan Christie vs Fajar Alfian Pertandingan terakhir mempertemukan Jonatan Christie/Muhammad Shohibul Fikri melawan Fajar Alfian/Jafar Hidayatullah. Laga ini berakhir dengan skor 13–15, 14–14, dan 11–15 untuk Fajar/Jafar, menampilkan aksi dan persaingan ketat hingga gim terakhir. Kejadian unik terjadi di awal pertandingan ketika Jonatan Christie bertukar jersey dengan salah satu pemain lawan. 4. Penampilan Sheila on 7 sebagai penutup pertandingan Usai rangkaian pertandingan, WONDR by BNI BrightUp Cup 2024 menghadirkan penampilan spesial dari Sheila on 7. Band legendaris tersebut membawakan sejumlah lagu hits yang menambah semarak suasana di Hall GBK, Senayan. Penampilan Sheila on 7 menutup rangkaian acara yang menggabungkan kompetisi olahraga dan hiburan. Ajang ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pencinta bulu tangkis dan musik.

6 Pembalap MotoGP yang Bisa Rebut 10 Kemenangan dalam Semusim, Hebat

Tak mudah merebut kemenangan pada balapan seketat MotoGP. Dari sisi pembalap, butuh kesiapan mental dan fisik yang prima. Dari segi teknis, motor yang berkompitasi harus dipersiapkan secara sempurna. Menariknya, dalam 75 tahun sejarah MotoGP, hanya segelintir pembalap yang bisa merebut banyak kemenangan dalam semusim. Tak tanggung-tanggung, mereka memborong dua digit kemenangan. Hebatnya lagi, ada juga yang bisa merebut kemenangan tersebut secara beruntun. Mereka yang masuk daftar bukan pembalap kaleng-kaleng. Siapa saja 6 pembalap yang bisa merebut 10 kemenangan atau lebih dalam semusim? Berikut ini ulasannya! 1. Giacomo Agostini paling sering tampil dominan Giacomo Agostini berkali-kali merebut dua digit kemenangan. Legenda MotoGP asal Italia ini bisa mengemas 10, bahkan 11 kemenangan dalam semusim pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Semuanya ia raih ketika menggeber MV Agusta. Berikut ini daftar dua digit kemenangan Giacomo Agostini: 1968: 10 kemenangan; 1969: 10 kemenangan; 1970: 10 kemenangan; dan 1972: 11 kemenangan. 2. Valentino Rossi bisa menang sebelas kali dalam semusim Kompatriot Agostini tak kalah hebat. Dalam tiga musim, Valentino Rossi bisa merebut 11 kemenangan dalam semusim. The Doctor merebut rentetan kemenangan itu bersama Honda dan Yamaha. Berikut ini daftar dua digit kemenangan Valentino Rossi: 2001: 11 kemenangan (Honda); 2002: 11 kemenangan (Honda); dan 2005: 11 kemenangan (Yamaha). 3. Casey Stoner pernah dua kali rebut sepuluh kemenangan dalam semusim Giliran pembalap asal Australia yang bisa merebut sepuluh kemenangan dalam semusim. Ketika membela Ducati dan Honda, Casey Stoner tampil dominan di atas tunggangannya. Stoner inilah yang memberikan gelar juara dunia pertama untuk Ducati. Beban Berat Menanti Shin Tae Yong di Bulan September 5 Pemain Terakhir yang Dilepas Chelsea ke Klub Besar EPL 5 Pemain yang Pernah Hijrah dari Real Madrid ke PSG, Asensio Terbaru Berikut ini daftar dua digit kemenangan Casey Stoner: 2007: 10 kemenangan (Ducati); dan 2011: 10 Kemenangan (Honda). 4. Marc Marquez bisa rebut selusin atau lebih kemenangan selama semusim Marc Marquez jadi satu-satunya pembalap asal Spanyol yang bisa mengoleksi dua digit kemenangan dalam semusim. Ketika masih membela Repsol Honda, pada 2014 Marquez merebut 13 kemenangan yang 10 kemenangan di antaranya ia raih secara beruntun dari seri pertama hingga kesepuluh. Pada 2019, ia kembali merebut selusin kemenangan. Berikut ini daftar dua digit kemenangan Marc Marquez: 2014: 13 kemenangan; dan 2019: 12 kemenangan. 5. Mick Doohan menang 12 kali sepanjang tahun 1997 Mick Doohan mendahului Casey Stoner sebagai pembalap Australia yang bisa merebut dua digit kemenangan dalam semusim. Ketika berlaga pada musim 1997 bersama Repsol Honda, Doohan bisa mengemas 12 kemenangan. Dari jumlah tersebut, 10 kemenangan di antaranya ia raih secara beruntun. 6. Francesco Bagnaia rebut 11 kemenangan musim 2024 Francesco Bagnaia paling anyar masuk daftar pembalap elite ini. Pembalap pabrikan Ducati Lenovo mendominasi kemenangan Grand Prix musim 2024. Di atas Desmosedici, Bagnaia bisa mengamankan 11 kemenangan. Kendati begitu, ada satu hal yang menarik perhatian. Berbeda dengan lima pembalap lainnya, Bagnaia gagal merebut gelar juara dunia meski memenangkan belasan balapan. Ia hanya jadi runner-up kejuaraan setelah kalah jumlah poin dari Jorge Martin. Giacomo Agostini, Valentino Rossi, Casey Stoner, Marc Marquez, Mick Doohan, dan Francesco Bagnaia adalah pembalap elite di MotoGP. Statistik kemenangan mereka dalam semusim menjadi fakta yang sulit dibantah. Pada musim selanjutnya, siapa lagi yang bisa masuk daftar?

4 Aksi Penyelamatan Penalti dalam Karier Caoimhin Kelleher

POKER PELANGI Caoimhin Kelleher merupakan jebolan akademi Liverpool yang menempati posisi kiper kedua setelah Alisson Becker. Meski hanya sebagai kiper pelapis, performa pemain asal Republik Irlandia itu begitu memukau saat diturunkan. Kelleher punya kelebihan dalam ketenangan dan refleks cepat saat menghadapi situasi tendangan penalti. Tidak heran, ia sering menyelamatkan Liverpool dan Timnas Republik Irlandia dengan mengantisipasi sepakan penalti lawan. Kelleher sejauh ini berhasil menggagalkan empat tendangan penalti dalam kariernya di semua kompetisi bersama Liverpool dan Timnas Republik Irlandia. Berikut catatan performa apik Kelleher kala menepis empat tendangan penalti lawan. 1. Christos Tzolis jadi pemain pertama yang gagal menaklukkan Caoimhin Kelleher lewat penalti Caoimhin Kelleher menjadi kiper utama Liverpool saat menghadapi Norwich City di Piala Liga Inggris 2021/2022. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tampil yang diberikan manajer Liverpool saat itu, Juergen Klopp. Kelleher membuktikan kualitasnya dengan menepis sepakan penalti pemain Norwich City, Christos Tzolis, pada menit ke-42. Kelleher menebak tembakan Tzolis yang mengarah ke tengah gawang. Ia sedikit menjatuhkan diri dan menepis sepakan datar Tzolis dengan kakinya. Liverpool pun menang 3–0 atas Norwich City dalam laga ini. 2. Caoimhin Kelleher membawa Republik Irlandia menang 1–0 atas Finlandia di UEFA Nations League Caoimhin Kelleher menjadi kiper andalan Timnas Republik Irlandia di UEFA Nations League 2024/2025. Ia menampilkan performa apik kala Republik Irlandia menghadapi Finlandia dalam laga kelima Grup 2 pada 14 November 2024. Kelleher menjaga gawangnya dari kebobolan dengan mengantisipasi penalti pemain Finlandia, Joel Pohjanpalo, pada menit ke-77. Ia mampu membaca tendangan Pohjanpalo yang menargetkan sisi kanan gawang. Kelleher langsung melompat ke depan dan menepis sepakan keras mendatar Pohjanpalo. Berkat aksinya itu, Republik Irlandia mampu menjaga keunggulan 1–0 atas Finlandia sampa laga usai. 3. Caoimhin Kelleher tetap kebobolan meski menghentikan sepakan penalti Adam Armstrong Caoimhin Kelleher menampilkan performa impresif selama menggantikan kiper utama Liverpool, Alisson Becker, yang masih mengalami cedera hamstring. Ia kembali menunjukkan aksi memukau dalam mengantisipasi penalti lawan. Kelleher kali ini menghentikan sepakan penalti penyerang Southampton, Adam Armstrong, pada pekan ke-12 English Premier League (EPL) 2024/2025. Ia melakukan penyelamatan heroik dengan menepis sepakan keras Armstrong yang mengarah ke sisi kanan gawang Liverpool. Akan tetapi, bola tepisan tersebut memantul kembali kepada Armstrong. Alhasil, Kelleher yang sudah mati langkah gagal mengantisipasi sepakan itu. Amstrong membobol gawangnya pada menit ke-42. Meski begitu, Liverpool tetap meraih kemenangan 3–2 atas Southampton dalam pertandingan ini. 4. Caoimhin Kelleher menggagalkan sepakan penalti Kylian Mbappe di UCL 2024/2025 Caoimhin Kelleher kembali menunjukkan kualitasnya dalam mengantisipasi sepakan penalti dalam laga Liverpool versus Real Madrid pada fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2024/2025. Bek kiri Liverpool, Andy Robertson, melakukan pelanggaran terhadap pemain Real Madrid, Lucas Vazquez, di kotak penalti. Akibatnya, wasit menunjuk titik penalti. Kelleher kali ini berhadapan dengan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, yang maju sebagai eksekutor penalti. Kiper berusia 26 tahun itu sukses menepis sepakan penalti yang mengarah ke sisi kiri gawang Liverpool. Berkat aksinya, Liverpool menang 2–0 atas Real Madrid. Kelleher memberikan mimpi buruk kepada Mbappe yang tengah dalam tekanan akibat performa inkonsisten pada 2024/2025. Selain keempat aksi di atas, Caoimhin Kelleher berperan penting saat Liverpool meraih gelar juara Piala Liga Inggris dan Piala FA 2021/2022. Ia menampilkan performa heroik saat Liverpool menang adu penalti menghadapi Chelsea dalam laga final di dua kompetisi tersebut. Tidak heran, Kelleher merasa dirinya layak bermain secara reguler sebagai kiper utama saat mengungkapkan keinginannya meninggalkan Liverpool dalam konferensi pers pada September 2024. Sebab, performanya tiap kali diturunkan Liverpool dan Timnas Republik Irlandia cukup impresif.

Apa Arti Nama Juventus, Klub Legendaris Italia di Serie A?

POKER PELANGI Juventus salah satu tim yang tak bisa dilepaskan dari sejarah sepak bola Italia. Tim yang bermarkas di Allianz Stadium itu telah malang melintang di kompetisi domestik Negeri Piza sejak lama. Juventus debut di Serie A Italia pada 1900 saat liga masih bernama Campionato Italiano di Calcio. Layaknya tim sepak bola pada umumnya, Juventus juga punya sejarah yang menarik perhatian penggemar. Salah satunya soal arti nama dari tim yang berbasis di Turin, Piemonte, itu sendiri. Lantas, apa sebetulnya makna dari nama Juventus dan apa saja julukan yang melekat kepada tim tersebut? 1. Juventus dibentuk oleh kelompok pemuda pada akhir abad 19 Sekelompok anak laki-laki berkumpul di bangku Corso Re Umberto. Itu adalah nama salah satu jalan paling populer di pusat kota Turin. Mereka adalah siswa dari sekolah menengah Massimo D'Azeglio yang mengambil spesialisasi ilmu klasik. Kelompok pemuda itu punya ide menarik untuk mendirikan tim sepak bola. Kata juventus dipilih sebagai nama klub yang mereka bentuk. Dalam bahasa Latin, juventus memiliki arti 'pemuda'. Tanggal 1 November 1897 menandai berdirinya Juventus dengan debut mereka di liga Italia terjadi 3 tahun berselang. Warna jersey pertama Juventus saat berkompetisi di Campionato Italiano di Calcio tahun 1900 adalah merah muda. Berselang 3 tahun, tepatnya pada 1903, Juventus mulai menggunakan warna kebesaran mereka yang bertahan hingga kini, yaitu hitam-putih. Warna tersebut merupakan warna tradisional Notts County yang dibawa oleh Tom Gordon Savage untuk tim tersebut. Leftlion melansir, Tom Savage merupakan pria kelahiran Nottingham, Inggris, yang telah tinggal dan bekerja di Turin sejak 1890. Sejak saat itu, Juventus punya julukan I Bianconeri yang bermakna hitam-putih. 2. Juventus lekat dengan julukan Si Nyonya Tua Tak hanya I Bianconeri, Juventus juga punya julukan lain, yakni La Vecchia Signora. Julukan itu berasal dari bahasa Italia yang berarti 'Si Nyonya Tua'. Ada kisah unik di balik julukan tersebut yang masih melekat hingga saat ini. Asal muasal kata 'nyonya' dalam julukan yang disandang Juventus bermula pada awal abad 20. Saat itu, Juventus mulai menjadi salah satu kekuatan dominan dalam ranah sepak bola Italia. Penggemar Juventus yang sebagian besar pria memandang klub sebagai seorang perempuan. Adapun basis pendukung bagian selatan menyebut Juventus sebagai La Fidanzata d'Italia yang berarti kekasih Italia. Hal ini disebut sebagai bentuk cinta penggemar atas tim kesayangan mereka. Sementara itu, kata 'tua' dalam julukan yang disandang Juventus memang sebuah ironi. Sebab, Juventus sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti 'pemuda'. Menariknya, ada penjelasan berkaitan dengan asal-usul kata 'tua' itu. Kata 'tua' berhubungan dengan komposisi pemain bintang yang menghuni skuad Juventus pada 1930-an saat tim dibeli keluarga Agnelli. Ketika itu, para pemain bintang Bianconeri sebenarnya tak lagi muda. Namun, tim justru tak mengganti mereka dengan talenta muda. Petinggi klub lebih memilih mempertahankan pemain andalan mereka selama bertahun-tahun. Hal semacam ini sebagian besar masih berlaku hingga sekarang. Di luar penjelasan tersebut, masih ada sejumlah teori yang berhubungan dengan julukan Si Nyonya Tua. Sebagian percaya, julukan tersebut dibuat oleh seorang jurnalis dalam sebuah laporan pertandingan yang ia tulis saat Juventus tampil mengesankan melawan Genoa pada 1931. Di sisi lain, ada juga berpandangan julukan itu berkaca dari warna kebesaran tim berupa garis hitam-putih yang menyerupai pakaian perempuan tua. 3. Juventus telah mengoleksi prestasi di kancah sepak bola domestik serta mancanegara Terlepas dari julukan yang dimiliki, Juventus tercatat sebagai salah satu tim sukses di Italia. Hal itu dibuktikan dari sejumlah gelar juara yang telah diperoleh Juventus selama berkecimpung hingga saat ini. Gelar tersebut tak hanya dari kompetisi domestik, tetapi juga dari kompetisi antarklub Eropa, bahkan dunia. Juventus menjadi tim dengan gelar juara Serie A terbanyak dengan 36 trofi. Jumlah tersebut sudah termasuk pengurangan dua gelar yang diperoleh pada 2004/2005 dan 2005/2006 lantaran skandal Calciopoli. Juventus sempat didegradasi ke Serie B pada 2006/2007 akibat itu. Untungnya, Juventus kembali ke Serie A semusim berselang dengan status sebagai juara Serie B. Juventus juga mengoleksi 15 gelar juara Coppa Italia dan 9 gelar juara Supercoppa Italiana. Di kancah Eropa, mereka mampu merengkuh gelar juara European Cup 1984/1985 setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 1–0. European Cup sendiri merupakan nama lawas untuk UEFA Champions League. Bianconeri kembali meraih gelar juara Champions League pada 1995/1996 lewat drama adu penalti melawan Ajax yang berkesudahan dengan skor 4–2. Juventus bahkan mengoleksi dua gelar Intercontinental Cup. Ini merupakan kejuaraan yang mempertemukan juara Liga Champions dengan juara Piala Libertadores. Juventus merengkuh gelar tersebut pada 1985 dan 1996. Saat ini, Juventus bertengger di peringkat keenam klasemen Serie A 2024/2025. Mereka telah mengumpulkan 25 poin dari 13 pertandingan yang telah dilakoni. Di kompetisi lain, Juventus masih berada di peringkat kesebelas dalam klasemen UEFA Champions League musim ini dengan perolehan tujuh poin. Akankah Juventus mengakhiri musim ini dengan gelar juara? Menarik untuk dinantikan bersama!